DINIKAHI CALON KAKAK IPARKU
Aku menoleh padanya, menatap mata yang kini tak lagi setajam dulu, tapi penuh penyesalan dan harapan.
"Aku nggak tahu, Bang. Mungkin kalau waktu diputar, kita bakal tetap salah langkah. Tapi aku percaya, semua yang kita lewati sekarang, mungkin memang jalannya harus begini. Biar kita tahu rasanya kehilangan, dan tahu bagaimana caranya menghargai."
Dia tersenyum kecil, tapi matanya berkaca-kaca.
"Saya nyesel banget, Chi. Bukan cuma karena bikin kamu sakit, tapi karena saya butuh kehilangan kamu dulu untuk sadar segalanya."