Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan
"Untuk apa aku menjaga bicara di depan pria impoten dan pembohong seperti kamu?! Cukup, Mas! Aku sudah muak menjadi tempat sampah untuk egomu itu! Aku sudah lelah dihina mandul oleh ibumu demi menutupi keloyoanmu! Hari ini, detik ini juga, di depan wanita jalangmu ini... aku meminta cerai! Ceraikan aku, Bramantyo!"
Mendengar kata 'cerai', rahang Bram seketika mengeras. Dia melangkah lebar mengitari meja kerja, berjalan mendekat ke arah Dania hingga jarak mereka tersisa beberapa senti. Dia menatap istrinya dengan tatapan intimidasi.
"Cerai? Kamu pikir pernikahan ini mainan, Dania?" desis Bram dengan senyum sinis. "Aku tidak akan pernah menceraikanmu! Ingat itu!"