Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin
Namun, dari celah dinding yang mestinya rapuh, berdiri satu pintu tegak, utuh, menempel tanpa engsel, seakan dipaku oleh sesuatu yang tak terlihat.
Alura menarik napas perlahan, menatapnya.
Pintu itu tampak sederhana dari kejauhan, tapi semakin dekat, semakin jelas detailnya yang tidak wajar. Kayunya tampak seperti kulit, berurat, dan berdenyut samar, seperti ada aliran darah yang bersembunyi di baliknya.
"Ini… bukan kayu biasa," gumamnya lirih.
Rafael berdiri setengah langkah di depan Alura, tubuhnya kaku. Ia menatap pintu itu lama, hingga ketegangan di wajahnya lebih terasa daripada udara dingin yang menusuk tulang.
Bab Populer