Om-Om Pilihan Papa
"Kalau enggak turun, saya bisa aja meminta Pak Haryn Tama untuk memblokir akses keuangan kamu."
AIIIIH!
Kalau ancamannya menyangkut uang, aku tentu kalah.
Dengan wajah cemberut, aku pun turun dari tangga. Siap-siap diomeli oleh Om-Om yang kini masih bertumpang kaki di kursi.
"Jadi, rencananya." Om Bian menyimpan gelas di meja dengan gerakan yang tidak santai dan nampak kesal. "Kamu ingin saya untuk, meniduri wanita tadi dan mengadukannya kepada Papa?"