Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mr. Perfect

Mr. Perfect

Menutup wajah dengan kaus lusuh. Kalian lihat kan, laki-laki payah yang tengah berbaring seperti mayat di atas sofa itu? Yang sedang tidak berdaya, dan berbau bangkai? Yap, itu si MR. Perfect. Dan kini, sudah tidak lagi menjadi perfect. Aku sudah menjadi gembel. Aku tidak beranjak dari sofa ini kecuali untuk buang air. Sudah seminggu aku tidak mandi, tidak mencukur kumis dan merapikan janggut. Ruang tengah apartemenku dipenuhi sampah.
1011.1K viewsOngoingAdded to Library 288 Times as potter
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

Ditemani mahkota lucu yang berbentuk aster ungu di tengah dan dipenuhi dedaunan kecil di pinggir. Kalau tak salah ingat, salah satu mantan Baskara ada yang sangat menyukai bunga aster, katanya identik dengan teman semasa kecilnya yang berpulang lebih awal. Iya ... sepertinya dia adalah Dania. Segala perabotan sekolahnya pun selalu ada gambar bunga aster menyelip entah kecil atau besar, di stabilonya sekalipun.
7.53.0K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as potter
Read
+Library
LUKA

LUKA

"Non, kalau Non terus kaya gini apa yang harus Bibi lakuin? Non tau Bibi ikut sedih. Mungkin Non pikir kesedihan Bibi gak sama kaya Non, tapi salah. Bibi sama sedihnya kaya Non. Bahkan jauh lebih sedih ngeliat Non kaya gini. Non gak sayang sama Bibi? Sama Pak Satpam?" Nara masih diam. Ia hanya melihat Bi Inem yang tengah mengaduk bubur dengan raut wajah yang begitu sedih. Mata indah Nara menelisik, ia terkejut melihat kantung mata dan juga pipi Bi Inem yang terlihat begitu kurus. Perlahan ia mengedarkan pandangan menatap ke sekeliling yang begitu gelap. Tirai jendela memang sengaja tidak ia buka. Dari kasur, ia menatap lurus kaca besar di depannya, melihat pantulan diri yang begitu mengerika
87.8K viewsOngoingAdded to Library 304 Times as potter
Read
+Library
Dewa

Dewa

Kalau hujan deras, pondasi yang terbuat dari belahan bambu itu, pasti akan roboh. Cekreeeekkkk....kilatan blitz kamera Dewa kembali menyambar wajah Caca. Gadis mungil manis itu hanya terperangah tak berkata. Diam beribu bahasa. Dalam benaknya dia bertanya-tanya, "itu apa sih? Kok bisa bersinar? Kayak petir,"
9.97.7K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as potter
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status