LUKA
"Non, kalau Non terus kaya gini apa yang harus Bibi lakuin? Non tau Bibi ikut sedih. Mungkin Non pikir kesedihan Bibi gak sama kaya Non, tapi salah. Bibi sama sedihnya kaya Non. Bahkan jauh lebih sedih ngeliat Non kaya gini. Non gak sayang sama Bibi? Sama Pak Satpam?"
Nara masih diam. Ia hanya melihat Bi Inem yang tengah mengaduk bubur dengan raut wajah yang begitu sedih. Mata indah Nara menelisik, ia terkejut melihat kantung mata dan juga pipi Bi Inem yang terlihat begitu kurus. Perlahan ia mengedarkan pandangan menatap ke sekeliling yang begitu gelap. Tirai jendela memang sengaja tidak ia buka. Dari kasur, ia menatap lurus kaca besar di depannya, melihat pantulan diri yang begitu mengerika
Hot Chapters