Perfect Love
Sontak seorang guru laki-laki berwajah tampan dan bertubuh tinggi juga tegap, berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Eva.
"Eva!" tegur salah guru itu. Ia menarik tangan Eva turun dari mimbar podium.
"Paman!" ucap Eva berusaha melepaskan tangannya.
"Di sini, saya bukan pamanmu," ucap guru itu tegas. Guru membawa Eva kembali turun dari podium. "Buat malu saja dia."
"I love you, paman," ucap Eva dengan suara manja dan kembali ke barisan.
"Dia berani karena ada Pak Erik," kata siswi berkacamata di barisan tadi yang begitu membenci Eva.