Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya
Amaya diculik oleh Brian demi membungkam rahasia yang mengancam keselamatan banyak orang. Pria itu mengurungnya dalam perlindungan semu, rumah mewah tanpa jeruji, pengawasan ketat, dan aturan yang meniadakan kebebasan. Bagi Brian, semua itu adalah cara melindungi. Bagi Amaya, itu penjara yang perlahan mematahkan hidupnya.
Upaya melarikan diri selalu gagal hingga sebuah perjalanan bisnis membawa mereka ke pulau terpencil. Terpisah dari rombongan, Amaya dan Brian terjebak dalam adat desa yang keras. Tuduhan perbuatan amoral memaksa mereka menikah secara agama. Sejak saat itu, Amaya berstatus istri siri, terikat tanpa pengakuan hukum dan tanpa kepastian masa depan.
Hubungan mereka berjalan dingin dan penuh jarak. Namun ketika Brian menunjukkan sisi protektifnya, Amaya mulai lengah. Kepercayaan itu hancur saat ia menyaksikan pengkhianatan yang tak terbantahkan. Amaya pergi, membawa luka batin dan rahasia kehamilan yang tidak diketahui Brian.
Alih alih selamat, Amaya justru masuk ke dalam lingkaran bahaya baru. Pengkhianatan sahabat, manipulasi pria yang memanfaatkan ketakutannya, serta kehadiran perempuan yang secara hukum berhak atas Brian, menjadikannya target berbagai ancaman. Amaya kembali terjebak dalam konflik berdarah yang mempertaruhkan nyawanya dan janin yang dikandungnya.
Brian datang saat segalanya nyaris terlambat. Pertarungan, darah, dan rasa bersalah memaksanya menghadapi pilihan terberat dalam hidupnya. Mempertahankan perjodohan yang menguntungkan atau memperjuangkan perempuan yang sejak awal ia jebak dalam hidupnya.
Ketika rahasia darah terungkap dan takdir menuntut kejujuran, Amaya dan Brian harus menghadapi konsekuensi dari cinta yang lahir dari paksaan, tumbuh dalam luka, dan hanya bisa bertahan melalui pengorbanan panjang.