Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

Gaun itu murni, anggun, dan berwibawa. "Kenapa warna putih, Ga? Bukankah biasanya orang ingin terlihat berani dengan warna merah?" tanya Siska. Arga berjalan ke belakang Siska, melingkarkan lengannya di pinggang wanita itu dan menatap pantulan mereka di cermin besar. "Putih melambangkan kelahiran kembali, Siska. Besok, Siska yang lama, istri Hendri yang tertindas, akan mati. Dan Siska yang baru, belahan jiwaku yang kuat, akan lahir. Aku ingin dunia melihat kemurnian hatimu."
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
Kultivator Tangguh

Kultivator Tangguh

Mereka semua pergi menunggangi empat kuda putih, untuk mencari sebuah tempat istirahat. Tiba-tiba muncul dua tokoh tua aliran putih, menghampiri rombongan Aji Saka. "Salam anak muda, kalau kalian perlu tempat untuk beristirahat. Boleh singgah di Pendopo kami, yang tak jauh dari sini. Pendopo kami tidak ikut hancur, karena semuanya menggunakan bahan dari kayu jati yang sangat kuat," ucap salah seorang tokoh tua, mengajak Aji Saka dan rombongannya dengan ramah.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

"Hmmm, mengapa aku selalu merindukannya? Namanya selalu bertahta di dalam hati dan pikiranku. Di tengah kegalauannya, Raidi menulis puisi untuk teman lamanya itu. SAJAK SANG KEKASIH Engkau sang pengusik rindu Kepadamu ku tuliskan sebuah puisi Puisi tentang kisahku dan kisahmu Yang selalu bertahta dalam ilusi Wahai sang pemilik hati Untukmu, kutuliskan subuah kisah Kisah tentang imajinasi Untukmu sang kekasih Wahai sang pemilik rasa Bayangmu selalu memenuhi imajinasiku
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

~ Sunday is gloomy, my hours are slumberless Dearest, the shadows I live with are numberless Little white flowers will never awaken you ('Gloomy Sunday', Composed by Rezco Seress/ Sung by Billie Holiday) Minggu yang suram, waktuku tanpa terlelap Sayang, bayangan yang hidup bersamaku tak terhitung Bunga putih kecil takkan pernah membangunkanmu Bersambung ... Bersambung ... Jogja, 22 September 2021
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status