Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ia hanya berdiri diam dengan jubah putihnya yang tampak bersinar redup di tengah debu gudang. Ia mengangkat tangannya, sebuah gulungan cahaya terbuka, dan ia mulai menulis surat puitis untuk Majelis Tertua. Kepada Majelis Yang Bertahta di Singgasana Putih, Bintang yang kita titipkan pada tanah, kini telah kehilangan fajar murninya. Laut telah memeluknya terlalu erat, membawa garam yang merusak inti api.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Wajah yang ketus, dingin, tetapi telah menyelamatkan dirinya dari maut. Isvara tersenyum tipis. Inspirasi itu datang seperti kilat. Lekas saja, ia mengambil lembar kain putih yang baru. Kali ini, ia tidak mencari rima di dalam buku. Ia hanya menuliskan apa yang dirasakan jiwanya yang tersesat di tubuh Putri Isvara. Tangannya menari dengan lincah. Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dari kata-kata mereka, keberanian kecil tumbuh di dadanya. Mereka terus mendaki. Semakin tinggi, angin semakin liar, menjerit di telinga seperti suara roh yang menangis. Di sisi Arga, Singa Putih melangkah ringan di atas udara. Bulu putihnya tak bergeming meski badai berputar di sekelilingnya. “Pusaka itu sudah merasakan kedatanganmu, Pewaris,” suaranya dalam dan bergema.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
LOVE: Nirvana & Hell

LOVE: Nirvana & Hell

Lirik lagunya kira-kira seperti ini: Lagu terdengar seperti nyanyian dewi dengan jiwa dari seruling giok Secangkir anggur yang memabukkan mengiringi tarian pedang bersama angin Sesosok berjubah putih lewat dengan elegan Istana baru berukirkan emas, suara bara api yang menggema Guratan tebal tinta menanggalkan barisan puisi indah Jubah putih dan pedang bisa menahan asmara Pegunungan dan liuk sungai tak mengingat masa lalu Menulis puisi untuk kesenangan dan menghilangkan kecemasan Dia berkata, bahwa dirinya adalah jelmaan dewa yang jatuh pada istana giok yang sulit membuatnya tinggal Turun ke dunia fana hanya untuk bersulang anggur Mata bergairah, hanya karena sedikit guratan, sedikit puisi, d
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang

Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang

tebasan putih sebening air tapi membawa keputusan “Aku menyerah bukan pada bayi tapi pada nama yang tidak pernah bisa dihapus” Tebasan putih menyentuh tanah membentuk tanda salib putih seperti Xue Lian menandai “Di sini aku berhenti dan aku akan menunggu di luar untuk melihat apakah nama itu bisa kembali atau akan runtuh total”
968 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Langit lembah yang putih pucat seketika berubah menjadi jaring-jaring cahaya perak yang tak terhitung jumlahnya. Ini adalah Naskah Putih, serangan otoritas tingkat tertinggi yang secara harfiah mencoba menghapus keberadaan target dari catatan sejarah. Kael merasakan jiwanya ditarik paksa, seolah-olah setiap memori tentang keberadaannya sedang dipaksa untuk dilupakan oleh dunia.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
Santet Pengantin

Santet Pengantin

Masa sekarang Hari ini adalah hari ke empat puluh, Kania melakukan puasa putih, puasa yang tidak pernah ada dalam ajaran Islam, karena puasa putih atau mutih ini hanya dikenal dikalangan penganut kejawen dan praktisi supranatural yang sedang mendalami ilmu hitam, dan orang yang melakukan puasa putih ini tidak diperbolehkan melakukan ibadah apalagi mengingat Tuhan, karena bila pelaku puasa putih melanggar syarat itu maka tubuhnya seketika akan merasa sakit luar biasa, tulang-tulangnya terasa seperti remuk. Meskipun selama tiga sembilan hari puasa, Kania hanya mengkonsumsi nasi putih dan air putih saja, tetapi Kania merasa semakin bugar dan selama itu pula dia merasakan tubuhnya seperti mendap
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
Menikah Tanpa Cinta

Menikah Tanpa Cinta

So as long as I live I love you (Selama aku hidup, aku mencintaimu) Will have and hold you (Akan memiliki dan memelukmu) You look so beautiful in white (Kamu terlihat sangat cantik bergaun putih) And from now to my very last breath (Dan mulai sekarang hingga akhir napasku) This day I'll cherish (Hari ini akan kukenang) You look so beautiful in white (Kamu terlihat sangat cantik bergaun putih) Tonight (Malam ini) Oooh oh .. (Lirik end) Nima akhirnya meneteskan air mata begitu nyanyian selesai dan keduanya tiba dipelaminan. Galang buru-buru memberinya sapu tangan yang ada di saku celana. Satu tangan Nima memegang buket bunga putih sementara tangan satunya menyeka air mata.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai puisi sajak putih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status