Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Mas Gagah Tiba

Ketika Mas Gagah Tiba

“Enggak tahu kenapa saat itu kok ngerasanya kasihan. Iba. Lama-lama jadi sayang. Gak kelihatan ya?” Sambil fokus terus berjalan, aku menjawab, “Kelihatan kok. Cuma aku gak berani nebak aja karena kamu gak pernah ngomong. Dan kamu itu temanku yang paling menyebalkan. Gak kira-kira kalau bully.” “Sekarang masih menyebalkan tidak?” “Masih.” “Menyebalkan. Tapi menyebabkan merindu.” “Maksa banget.” Aku tertawa, dia nyengir kuda.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 626 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
Istri Tuli Yang Kau Buang

Istri Tuli Yang Kau Buang

Tidak aktif. Terdengar gerutuan dan sumpah serapah dari mulut mungil Bening. “Ibra memang licik, tak tahu malu. Bisa – bisanya dia mengancam dan bergonta ganti nomor untuk menakutiku. Memangnya aku takut! Nay!! Bening tidak akan pernah takut!” gumamnya kesal sembari meremas – remas tissue yang ada di depannya. Rasa lapar yang tadi menggebu, menguap, berubah menjadi amarah yang mencengkeram dadanya.
1021.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 623 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
Gairah Berbahaya Sang Billionaire

Gairah Berbahaya Sang Billionaire

Ucapan Christian terus terngiang-ngiang di telinganya, ia kembali mengingat betapa kejamnya geng Ashley saat membully-nya dulu dan rasa sakit yang pernah ia derita membuat keberaniannya seketika bangkit. "Benar kata Christian, aku tidak mau menjadi gadis lemah yang terus-terusan dijadikan korban bully," ucap Rain lalu tangannya reflek bergerak menjambak rambut Laura dan Mikha. "FUCK YOU, BITCH!! Berani sekali kau menjambak rambutku!!" Laura mengumpat kasar kepada Rain. "Ya, panggil aku pelacur kejam karena sekarang aku akan tunjukkan kepada kalian kemarahan dari korban bullying," ucap Rain sambil tersenyum menyeringai.
9.584.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Vee_nue
Halo, selamat datang di novel kedua saya di GN. Semoga kakak" suka dengan alur cerita novel kedua saya yang kaya akan rasa yaitu romantis, ngeselin, gemes, mendebarkan dan pasti saya bubuhkan sedikit adegan action supaya kakak" tidak bosan. Tolong tinggalkan koment, rate bintang 5, dan vote. Thanks
lullaby dreamy
awal cerita emg bagus & menarik, tp lama kelamaan jd jauh dari inti kisahnya (ttg billioner yg cari pasangan cinta masa lalu)...yah wlwpun rain yg sm dia trnyata emg cinta masa lalunya, tp malah skrg rain sm adrian... udh gtu trll murahan jg rain stlh pisah dr christian..kpn jg bisa bersatu sm chris
Baca Semua Ulasan
Benci Bilang Sayang

Benci Bilang Sayang

"Sekali lagi aku tahu kamu mengusik panti asuhan itu! aku tidak akan segan-segan untuk menghabisimu !" Ancam Dru, pemuda dengan postur tinggi sambil terus memberikan bogem mentah pada lawannya yang sudah tidak berdaya, tapi terus saja menyumpah serapah. "Achhhh ... ! kalau aku bebas, aku pastikan akan menghabisimu !" Teriak pria yang dihajar, tapi Dru tidak peduli.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
Jangan Bungkam Suaraku!

Jangan Bungkam Suaraku!

ucap Isabella dengan nada lebih mengejek Anak itu kemudian terdiam untuk sesaat. Namun, salah satu temannya mulai melakukan tindakan bullying dan itu juga di ikuti oleh beberapa anak lainnya. Mereka berada di atap membuat Isabella terlihat kotor dengan noda cokelat dan beberapa bekas telur mentah yang di lempari ke arahnya. Salah satu dari mereka mendapatkan luka memar karena Isabella memukulnya. Satu jam setelah pertempuran itu, Isabella yang ada di toilet dan mengganti pakaiannya dengan pakaian olah raga. Begitu selesai dan memasuki kelas, rupanya tasnya dan mejanya sudah berantakan. Banyak sekali sampah di sana bukan hanya itu saja, ada beberapa tulisan yang tidak enak untuk di baca di me
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
JULLIO and HILLARY

JULLIO and HILLARY

; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman" mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} THE PROTECTOR Bruukkk!!!! "Ups! Maaf, Bocah ingusan!" Kikikan dari siswi-siswi di sekolah SMA Internasional itu terdengar nyaring di telinga Hillary. Hillary tahu, mereka sengaja menabraknya. Hillary berusaha berdiri saat anak-anak tukang bully itu menendang tas sekolahnya yang jatuh tepat di sampingnya.
9.48.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
Bukan Sekedar Sahabat

Bukan Sekedar Sahabat

Fina yang melihat sang sahabat sudah kesakitan akhirnya turun tangan. "Woi, kalian mau masuk penjara atau gimana? Lepasin, gak! Aku tuntut pasal penganiayaan alias bullying baru tau rasa kalian. Lepas gak!" teriak Fina galak membuat Nurul dan Wulan melepaskan lengan Zio. "Ck. Biasa aja kali, Fin. Toh, Zio bukan pacar kamu. Sok kamu Fin," gerutu Nurul.
1028.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

“Kau tak paham apa yang aku ceritakan, Rose! Manusia itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna! Namun kita jangan biarkan diri kita lemah, di bully! Meskipun aku unggul bela diri tetap saja aku phobia ruang sempit. Kalau kau tak betah tinggal di pondok, kau bilang pada ayahmu! Mintalah pulang! Kalau kau tak pandai hafalan, bukan karena kau bodoh! Persetan dengan perkataan para pembully! Mereka seperti singa dan berani karena bersama kawanannya. Namun ketika sendiri mereka seperti seekor lembu yang kesakitan! Kau kesulitan hafalan, kau bisa belajar lebih giat lagi! Atau kau bisa pindah ke pondok lain yang tidak terlalu membebani santrinya hafalan.
10147.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
Mengejar Hati Cewek Dingin

Mengejar Hati Cewek Dingin

Tulisan-tulisan di meja Ralika tergolong kasar, dan yang paling banyak menulis 'anak narapidana' "Saya cuman ingatkan pada kalian, saya tidak akan tinggal diam dengan tindak bullying, apalagi di lingkungan sekolah. Dan tidak perlu menyalahkan seseorang, kalau kalian cerdas kalian tidak akan mudah terpengaruh." Tak ada yang bersuara. Lea menarik napas, mencoba menenangkan diri, perkataan Ralika ada benarnya. Lagian, untuk apa meladeni seorang penakut, membully lewat coretan. Ewww.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
KEMATIAN MISTERIUS KELUARGAKU

KEMATIAN MISTERIUS KELUARGAKU

sambil mengejek dan menjulurkan lidahnya. Bu guru mempersilahkan rahel duduk kembali. Bu guru berpesan “anak-anak, jangan sekali-kali mengintimidasi atau membully seseorang walaupun ia berada di posisi terburuk. Tidak peduli sebaik apapun kondisi kalian, kalian tetap tidak berhak membully atau mengintimidasi siapapun, itu perbuatan yang tercela dan bisa berakibat fatal. Jadi diingat ya nasehat ibuk tadi” serentak siswa/I yang tidak sabar ingin segera keluar kelas itu menjawab “iya buk…!!!!!!!”
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status