Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Panggil Aku Gembul

Jangan Panggil Aku Gembul

tanya papa Kinan. "Bad mood pah," ucap Kinan mengerucutkan bibirnya. "Pasti di bully lagi kan elo kak," jawab Seena, adik Kinan yang bontot. "Yups,kayak gak tau nasib gue aja dari SMP suka dibully," ujar Kinan. Papa Kinan tersenyum. "Papa udah pernah bilang kan sama kalian, bikin pembully itu malu dengan prestasi kalian," ujar Papa menyemangati Kinan.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
Love Struggle

Love Struggle

teriakan itu sontak membuat setiap siswa/siswi menoleh ke asal sumber suara, rupanya itu Juna siswa culun dan mempunyai badan besar yang sering menjadi bahan bullyan di kelas Liora, ya kelas X Ips 1. "He Jin Ipritt, ngapain lo lari-larian untung nih gedung tidak rubuh gara-gara lo," semprot Liora. "Yaelah cebol gue segini juga tidak bikin gempa kali." "Iya tidak bikin gempa, cuma guncangan doang," skakmat Liora. Hahahah tawa itu terdengar lepas sekali dari seluruh siswa/siswi yg berada disana
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
EGO

EGO

Mae Takataereseleros
Dipaksa jalan jongkok keliling lapangan sambil memegang papan nama bertuliskan I am loser. Elzora tidak sengaja lewat sepulangnya dari orientasi di Fakultas. Dengan berani ia selidiki dan ternyata anak laki-laki aneh itu menjadi korban bullying. Hanya perihal dianggap caper dan lupa membawa slayer. Tanpa basa-basi Elzora melaporkan hal itu ke pihak kampus. Mahasiswa yang berlagak senior itu mendapat bumerang. Mereka yang berbadan bongsor itu diminta membuka baju dan squat jump.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
ISTRI 365 HARI

ISTRI 365 HARI

omel Kara yang sudah bosan karena ia selalu saja dipanggil oleh pihak sekolah karena kelakuan Brie yang barbar. Brie menghela nafas seraya melipat kedua tangannya, "Mum, aku tuh cuma ngebelain anak baru yang di bully!" sahut Brie dengan wajah santai. "Ya tapi kan gak perlu sampe nyiram kepala orang pake mustard!" oceh Kara tak habis pikir. "Aku cuma ngelakuin apa yang pantas dilakuin," sahut Brie ringan. Ia merasa muak dengan siswa-siswi di sekolahnya yang gemar membully anak-anak yang kurang populer.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
The Ugly Duckling

The Ugly Duckling

Bintang dengan cepat berusaha menepis tangannya nakal kakak kelasnya ini. "Kalo lo diajak berbicara dengan seseorang itu, biasakan untuk melihat wajah lawan bicara lo. Paham? Rayu gue sekarang atau lo gue cium di sini. Cepat!" Bintang sampat terlompat kaget mendengar suara bentakannya. Kejadian-kejadian seperti inilah yang ingin dia sampaikan pada saat PENSI nanti. Ia ingin mencurahkan seluruh perasaannya selama tiga tahun ini sebagai salah satu dari korban bullying. Ia ingin menyadarkan teman-temannya bahwa perbuatan mereka itu sungguh sangat tidak manusiawi. Tepat ketika Bumi makin mendekatkan wajah padanya, Bintang mulai mundur-mundur ketakutan.
9.750.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
EMERALD

EMERALD

“ITU GAK SEBERAPA SAKIT, DIBANDING LO YANG TIAP HARI NYIKSA ANA, ANA GAK SALAH APA APA KENAPA LO BULLY! “ “LO GAK PUNYA HATI APA?! LIAT TUH SI ANA UDAH KESAKITAN GITU. MAU SAMPAI KAPAN LO KAYAK GINI! “ “GUE SUDAH MUAK BANGET SAMA LO, BAJING*N! “ Alin tidak bisa diam lagi melihat Syifa yang terus menerus menyiksa Ana. Alin sangat membenci pembully, karena ia pernah merasakan dibully, saat Alin masih di sekolah dasar. Alin tahu betul rasanya di bully seperti itu. Rasa takut adalah penghancur segalanya. “GUE GAK PERNAH NGUSIK LU YA, ANJ! “ Syifa langsung menjambak rambut Alin. Alin pun dengan cepat membalas jambakan Syifa.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dua Halilintar

Pembalasan Dua Halilintar

Semua berubah sejak kamu melawan mereka. Bagas tersenyum, ”Benar! Orang-orang lemah harus melawan, mereka akan menjadi takut. Orang-orang pengganggu, sebenarnya mereka hanya menggertak. Jika orang lain takut, maka mereka akan melakukan aksi bullying.”
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Ternyata benar, Bu Evi memberitahu pada anggota group kalau nasi kotak yang dia share tadi pagi adalah buatanku. Ramai. Mereka saling membalas chat. Hari ini aku menjadi bahan bully'an hanya karena membuat nasi kotak yang tidak mewah. Bahkan Mbak Nar–penjual sayur tempat biasa aku belanja pun ikut berkomentar. Dada ini bergetar hebat. Seluruh tubuhku terasa panas hingga menjalar ke ubun-ubun. Rasanya pengen menutup satu per satu mulut mereka.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

ucap papa, terlihat urat urat di pelipisnya menonjol menandakan sedang menahan amarah. "Bukan pa..ma..bukan Dina yang mengalami bullying sekarang tapi.." sengaja ucapanku ku gantung agar papa dan mama lebih intens lagi memperhatikan apa yang akan aku katakan. "Iya nak lanjutkan.." ucap papa tak sabar. "Sekarang yang jadi bahan bullying adalah Yani." "Hah!" "Apa!" Ucap papa mama berbarengan.
1038.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 772 kali sebagai puisi tentang bullying singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status