TULPA
balasku sedikit meringis ketika melihat Tante Hera mengulum senyum tipis.
"Kamu memiliki teman?"
"Ya, akhir-akhir ini aku memiliki teman." Pikiranku melayang membayangkan sosok Rai, Iqbal, Gelang, Risky, dan Dion. Oh, jangan lupakan Kelam dan Kelabu juga.
"Apakah banyak?" Pertanyaan itu membuat senyumku meluntur.
"Tidak, hanya hitungan jari saja," jawabku pelan.
"Siapa nama temanmu yang selalu bersama denganku dan sering datang ketika kamu merasa kesepian?"
Hot Chapters