Arimbi
"Oh, Tuan. Apa perlu aku tunjukkan padamu video kita semalam? Di situ jelas kamu sendiri yang menggodaku, dan permainanmu sangatlah panas."
Dada Sultan bergejolak, panas karena marah. Perkataan Ratih memancing emosinya yang sempat menghilang. Melilitkan selimut pada pinggangnya, dengan murka Sultan menghampiri Ratih yang masih tertawa mengejek.
"Apa maumu, hah?" Sentaknya sambil mengguncang kedua pundak Ratih.
"Tolong, jangan kasar. Aku memiliki bukti atas pertarungan hebat kita semalam. Tidakkah kamu takut aku membongkarnya? Reputasi baikmu akan hancur, Tuan yang pemarah."
Hot Chapters