Tukar Ranjang
Tak hanya terlihat indah tetapi juga menyegarkan mata.
Nirwan yang duduk di seberangnya langsung menegakkan tubuh. Matanya najam, memperhatikan setiap ekspresi Nadira dari balik kaca besar itu. Ia tak mendengar apa yang tengah dibicarakan, tetapi senyuman manis serta ekspresi wajah yang tergambar dari balik kaca bening membuat dadanya terasa sesak.
"Aku hanya mau ngasih kabar kalau aku sudah ada di bandara X untuk transit. Mungkin nanti sore sudah tiba di sana," suara Ronald terdengar jelas membuat senyum Nadira semakin terkembang.