Desahan di Kamar Adikku
Tidur siangnya jadi terganggu, padahal tadi ia sedang mimpi indah bertemu dengan para wanita cantik.
"Apa sih, Yu? Tumben-tumbenan
siang-siang begini minta jatah."
"Minta jatah dengkulmu benjol, Mas! Tuh, di luar ada dua orang yang lagi nyariin kamu."
"Siapa?"
"Anak buahnya rentenir."
Amar melebarkan matanya. Ia lupa jika hari ini adalah tangga jatuh tempo baginya untuk membayar hutang uang sepuluh juta kemarin.