THE POSSIBLE
Di dalam serambi sempit, aku melihat tangga dengan lampu remang-remang di puncaknya.
Yuval sedang menunggu sambil tersenyum bangga. "Bagaimana menurutmu?" ia menyembur sebelum aku punya kesempatan melihat apa-apa. "Empat ruangan, sekitar tiga ratus meter menepuk persegi, ditambah kamar kecil, lumayan,” katanya, sambil menepuk pundakku. Kemudian ia melangkah ke depan, berputar dengan lengan terentang lebar. "Kupikir ini akan jadi tempat menerima tamu, mungkin kita akan memakainya untuk sekretaris bila ada kelak. Cuma perlu dicat sedikit. Semua lantainya dari kayu keras," ia berkata sambil mengentakkan kaki, seolah-olah aku tak bisa melihat lantainya. "Langit-langitnya tiga setengah meter. Din
Bab Populer