Raina
AUTHOR
Mata yang terpejam itu kini memicing dengan dahi berkerut. Mencoba melawan cahaya lampu yang masuk ke retinanya. Telinganya yang masih berfungsi dengan baik, mendengar suara isakan lirih. Ia menoleh walaupun lehernya seakan mati rasa.
“Rain...,” rintihnya lemah.
Raka meringis, merasakan nyeri di sekujur tubuhnya. Ia berusaha bangkit dengan sisa-sisa tenaga yang dimiliki. Ada seseorang yang membutuhkannya, membutuhkan dekapannya.
Hot Chapters