Raina
cicitku berspekulasi.
“Gagal move on sih lo,” cibir Erfan, tertawa.
Aku mendelik sebal.
“Acaranya seminggu lagi, kita datang yuk? Meet up gitu sama teman lama,” ujar Ghina antusias. “Pokoknya lo wajib datang, acaranya malam minggu juga, Rain.”
“Kok gitu, sih?” protesku.
“Demi kesejahteraan bersama, Raina sayangku.”
Hot Chapters