Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BATARI

BATARI

Batari dan Freya kembali ke apartemen mewah mereka—sebuah unit penthouse yang dibeli Theo menggunakan sebagian kecil dari warisan Robert yang terselamatkan. Di penthouse, Batari melepaskan sepatu hak tingginya, membiarkan kakinya menyentuh dinginnya marmer. Freya datang membawa dua kotak ayam goreng berminyak dan beberapa kaleng bir dingin. Tidak ada etiket bangsawan di sini, hanya dua jiwa yang lelah. "Kemenangan kecil untuk malam yang besar," ucap Freya, menyodorkan bir.
10581 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as sabar mansion 22
Read
+Library
Dimanja Sang Penguasa

Dimanja Sang Penguasa

Pria itu menatap apartemen yang ada di depannya dari bawah ke atas. "Kau tinggal di lantai berapa?" tanya Razka sambil menyandar pada mobilnya. "Lantai dua," jawab Agni. "Aku antar!" balas Razka. "Tidak perlu. Aku tidak ingin merepotkanmu," elak Agni. "Tidak apa-apa. Lagipula jika terjadi apa-apa denganmu, aku juga yang akan kena," sahut Razka. Agni menoleh dengan tatapan kosong. "Razka, apa kau memberitahu Yosua jika kau mengantarku?"
102.5K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as sabar mansion 22
Read
+Library
ARSHAKA

ARSHAKA

Mila tadinya lagi sibuk membenarkan penampilannya sendiri, menyampirkan tasnya di bahu dengan semangat untuk pulang. Tapi ucapan dari calon mertuanya barusan langsung ngebuat Mila mematung dengan wajah bengongnya. Hanya Arshaka saja yang terlihat santai dengan wajahnya yang hanya datar tanpa ekspresi apapun. "Nah setuju pah! Arshaka tadi juga bawa mobil sendiri kan." Sambung Miran. Sukma tersenyum dengan kedua tangan yang ia satukan dibelakang punggungnya.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as sabar mansion 22
Read
+Library
OBSESI BARA

OBSESI BARA

tegas Bara yang masih tidak melirik ke arah Laila sedikitpun. Bara membuka sebuah laci dan mengambil benda pipih bermerek Apple itu dan langsung menaruhnya ditelinga kanan. “Kamar nomer 505.” Kata Bara saat telepon tersambung. “....” “Ya. Aku tidak ingin menunggu lama!” tukasnya yang langsung mematikan sabungannya secara sepihak. “Cepat rapikan kembali pakaianmu!” Dengan cepat Laila mengusap pipinya yang basah dan merapikan pakaiannya yang berantakan.
1027.3K viewsCompletedAdded to Library 735 Times as sabar mansion 22
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status