Terjerat Cinta Gadis Bisu
Aku menghirup udara malam sebanyak aku mampu, lalu menatap Ortega, "Bisakah aku berlindung padamu?"
Ortega meraih bahuku, ujung jarinya membelai pipiku. Darahku mengalir tidak biasa, detak jantung pun meningkat hanya merasakan sentuhan jari. Namun,pria ini terus bergerak menelusuri setiap lekuk wajahku membuat aku malu.
"Makanya ikuti saranku, esok kubawa k au ke dokter khusus THT untuk melihat seberapa parah tenggorokan itu hingga suara tidak bisa keluar," papar Ortega.