Suatu malam telinga sebelah kiriku terasa panas dan itu langsung bikin aku mikir aneh — kenapa bisa begitu? Aku belajar sedikit tentang hal ini karena sering ngobrol di forum kesehatan dan baca-baca artikel populer; panas di telinga bisa berasal dari banyak hal, tidak melulu infeksi. Misalnya, jika cuma terasa hangat tanpa nyeri tajam, keluarnya cairan, atau penurunan pendengaran, kemungkinan besar itu reaksi sementara: aliran darah meningkat waktu lagi kepanasan, setelah olahraga, atau karena emosi yang memacu vaskularisasi. Kulit di sekitar telinga juga bisa meradang karena kulit kering, eksim, atau reaksi alergi terhadap sabun atau perhiasan.
Kalau panasnya disertai dengan gatal, bau tidak sedap, nanah/cairan, demam, atau penurunan pendengaran, aku langsung menganggap itu tanda yang lebih serius—bisa otitis (infeksi telinga tengah atau luar) atau bahkan infeksi kulit seperti selulitis. Pada anak-anak aku lebih cepat waspada karena mereka mudah kena otitis media dan komplikasinya bisa cepat terasa. Varises atau cedera ringan juga bisa membuat telinga terasa hangat.
Jadi intinya: awasi gejala lain. Untuk penanganan awal aku biasanya kompres dingin sebentar, hindari memasukkan benda ke telinga, dan minum pereda nyeri bila perlu. Kalau gejala bertambah parah atau ada keluarnya cairan, demam tinggi, pusing, atau kelumpuhan wajah, pergi ke tenaga kesehatan itu pilihan bijak. Akhirnya, aku lebih tenang kalau tahu tanda-tanda yang harus diwaspadai daripada panik tanpa alasan.