Kontrak Terlarang sang Penulis
ujar Bastian tenang.
"Tentu saja, Pak," jawab Citra tangkas.
Dengan hati yang berbunga-bunga, Citra membuka map tersebut. Dia bersiap memandangi pasal-pasal yang dia kira akan meresmikan statusnya sebagai penulis naskah hebat. Namun, begitu matanya membaca lembar pertama, dahi Citra berkerut. Senyum di wajahnya perlahan luntur, digantikan oleh rasa bingung yang perlahan berubah menjadi kengerian.