Bukan Sekedar Sahabat
Tangisnya terdengar sangat pilu.
"Kenapa ya Allah. Kenapa bibir ini tadi diam saja? Kenapa aku gak minta dia di sini saja? Kenapa gak aku cegah? Kenapa?"
Dan berbagai pertanyaan kenapa, kenapa dan kenapa terus berseliweran di kepala Fina.
"Bodoh kamu Fin! Bodoh! Gengsi digedein, nyesel kan? Kalau kayak gini kan kamu juga yang rindu? Huhuhuhu."