Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

omel Claudia mengusap hidungnya yang memerah. "Ya abisnya kalian nangisnya nular parah. Mata gue pedih nih dari tadi, masa cowok macho dan pewaris sah mewek sesenggukan di RSJ," kilahku mengusap sudut mata menggunakan lengan kemeja.
9.31.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29.4K kali sebagai sedih pap mata menangis
Tampilkan Ulasan (58)
Baca
+Pustaka
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Penguasa hati

Penguasa hati

Tidak terasa air mata menetes di punggung tangannya. Air mata? Kenapa? Aku merasa sedih? Echa kamu merasa sedih? Ya Allah aku merasa sedih .... Mahesa menangis tersedu di atas sofa hitam, menangis sejadi-jadinya berharap air matanya habis pada malam itu, sehingga ia tidak usah menangis pada hari lainnya. Sudah cukup, cukup hari itu ia membiarkan dirinya larut dalam kepedihan, larut dalam perasaan tak berdaya.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai sedih pap mata menangis
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

Sejauh dan sedalam apa pun aku berusaha menatap Ibu, yang tersisa kini hanyalah batu nisannya. Benakku selalu pedih ketika mengunjungi Ibu. Rasanya seperti ada bagian benakku yang retak dan gugur setiap mengunjunginya. Barangkali bila kesedihan memiliki tingkat, aku sudah sejak lama melampaui tingkat tertinggi hingga rasanya tidak bisa lagi menangis. Aku terlalu sedih hingga air mataku tidak lagi menetes—dan percayalah, kesedihan yang tidak bisa mengundang air mata rasanya jauh lebih pedih dari apa pun. Aku lebih baik merasakan sedih hingga menangis karena bisa membuatku sedikit lebih lapang daripada tidak mampu menangis sama sekali. Air mata membuatku bisa melepas beban. Itulah sebabnya ket
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai sedih pap mata menangis
Baca
+Pustaka
Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

“Sudah ku bilang kan? Kau masih terlalu mudah diajak membahas serius. Kau bahkan tidak mendengarkanku…” Minjae akhirnya melepaskan kacamatanya. “Aku hanya tersentuh dengan ceritamu…” Mengusap sudut air matanya yang berair. Dengan membuka kacamata, Minjae juga membuka aibnya sendiri. “Matamu bengkak seperti orang habis menangis lama.” Minjae mengerjap. buru-buru menggunakan kacamata hitamnya. “Ya pokoknya begitulah! Aku menjadi sering menangis akhir-akhir ini…”
1066.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai sedih pap mata menangis
Baca
+Pustaka
SUAMIKU KEKASIH IBUKU

SUAMIKU KEKASIH IBUKU

Mata sembab, bibir kering. "Kenapa Mama pergi? Apakah yang terjadi denganmu, Ma? Apa saat ini kamu baik-baik saja?" bisiknya lirih. "Kenapa semua ini harus aku tanggung?" Air mata turun satu-satu, membasahi gemerlap cristal di dadanya. Gandes menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan suara tangis agar tak terdengar keluar. Tapi tangis itu terus saja muncul, lembut, nyaris tanpa suara, seperti hujan yang jatuh diam-diam di tengah malam.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai sedih pap mata menangis
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

"Astaga... Paman Regdaya!" Wiku Sasodara memekik tertahan, lututnya lemas, ia terduduk dengan guncangan hebat. Bibirnya bergetar tak terkendali. Mata elangnya yang tajam kini memerah, mengabur oleh air mata yang jatuh perlahan. Wajah yang biasanya teduh itu, kini terlukis nyata kepedihan dan syok.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai sedih pap mata menangis
Baca
+Pustaka
Pengantin Tanpa Malam Pertama

Pengantin Tanpa Malam Pertama

Dingin yang justru membuat pikirannya semakin jernih. Di seberang sana, seorang ibu muda tampak menangis sambil mengusap wajahnya dengan tisu, sementara pria di sebelahnya menunduk dengan rahang mengeras. Almira sempat memperhatikan pemandangan itu beberapa detik, lalu kembali mengalihkan pandangan ke layar monitor. Begini rupanya rasanya berdiri di antara orang-orang yang sama-sama sedang kehilangan sesuatu.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai sedih pap mata menangis
Baca
+Pustaka
Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai

Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai

“Gimana caranya ngilangin debu dari kamar Mama?” Kening Figo berkerut samar. “Debu? Memangnya banyak debu di kamar?” “Hm!” Shopie mengangguk cepat. “Setiap hari mata Mama sering banget kelilipan debu sampai merah dan bengkak. Mama bilang debunya bikin mata Mama perih. Aku kasihan lihat Mama seperti kesakitan, Pa.” Figo seketika terdiam saat mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Sora. Wanita itu menangis setiap hari. Bukan karena debu, melainkan karena dirinya.
1078.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai sedih pap mata menangis
Baca
+Pustaka
Belenggu Hasrat Tuan Yavuz

Belenggu Hasrat Tuan Yavuz

akhirnya dia berusaha bicara dan memangkas jarak di antara mereka, menampilkan rumah wajah memerah karena malu, sadar betapa cengengnya dirinya. Tidak dipungkiri dia cukup cengeng jika melewati adegan adegan sedih seperti ini, karena itu dia paling tidak mau diajak untuk menonton film-film sedih, sebab dia sangat mudah menangis sesegukan dan tidak mampu untuk menghentikan air matanya persis seperti anak kecil.
1031.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 940 kali sebagai sedih pap mata menangis
Baca
+Pustaka
Dikira Sopir Melarat, Ternyata Konglomerat

Dikira Sopir Melarat, Ternyata Konglomerat

"Apa kau tau, kadang orang yang selalu menggunakan air matanya justru orang yang pertama kali kalah. Orang seperti itu biasanya lemah hingga nggak mampu menghadapi kerasnya dunia. Aku nggak menyalahkan adanya air mata. Aku hanya benci melihat orang yang mudah sekali menangis padahal belum berusaha dengan sepenuhnya." "Maafkan aku, hiks hiks," Maria malah kembali terisak. “Kau boleh menangis kalau memang sudah benar-benar kalah. Bukan menangis untuk mendapat belas kasihan seperti yang Kau lakukan sekarang. Yang kulihat selama ini, Kau selalu menangis setiap kali memohon. Bukannya Kau sudah tau apa yang Kau dapatkan jika hanya menangis? Kau hanya akan diremehkan!"
9.6167.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai sedih pap mata menangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status