TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU
Kulihat Bang Saga datang menyapaku.
“Bang.” Entah kenapa mataku berkaca-kaca menatapnya.
Melihatku menangis, ia menarikku ke sebuah kursi.
“Maaf, bang, aku sedang kalut. Melihat orang-orang yang baik padaku, bawaannya pengen nangis aja. Mbak Yana Koma, Janta kepalanya bocor, Mas.”
“Nggak apa-apa. Menangis bisa membuat lega hati kamu. Menangislah.” Ia menepuk-nepuk bahuku.