Menyesal Usai Mendua
Pikiranku pun berkecamuk, antara sedih harus berpisah dengan Namira dan anak-anak, juga rasa benci pada diriku sendiri uang yang gagal menciptakan kebahagiaan dengan dua istri.
"Mas, pokoknya kalau nggak mewah aku nggak mau, ya. Kalau rumahnya kumuh, dekil, jorok aku nggak bakal mau tinggal di sana," cecar Bella terus membuat kepalaku semakin pening.
Saat ini, ada tempat untuk berteduh saja sudah cukup. Jangan mengharapkan yang lebih, apalagi mewah.
"Enak saja mau tinggal di tempat jelek, sayang akunya yang udah cantik kaya gin ...."