Selubung Memori
Firdaus Callistakering sudah air matakumadara aku hampir matisaat air mataku mengalirtangan di sayat berdarah
Gagasan itu terlalu abu-abu, sehingga aku bertanya, “Kita pernah bertemu?”
Lavi menggeleng. “Satu arah. Aku mengenalmu lewat mimpi, jadi kau tidak mengenalku. Tapi aku tidak tahu namamu. Aku hanya tiba-tiba di sana, melakukan misi seperti yang biasa kulakukan, sama sekali tidak merasa terancam meski orang yang bersamaku tidak pernah kukenal, dan aku bersikap seperti biasa seolah mimpi itu menunjukkan diriku yang tidak pernah kutahu. Tiba-tiba aku sudah mengobrol panjang dengan orang itu, tertawa bersama, bahkan rasanya tidak ada lagi yang bisa dicemaskan. Tapi itu bukan kenyataan. Mimpi harus berakhir. Aku terbangun dan merasa rindu. Tidak tahu pada siapa. Hanya bongkahan perasaan yang membu
人気のチャプター