SESERAHAN YANG DIMINTA KEMBALI
pekiknya membuatku menutupi kedua telingaku.
"Serakah, justru kamulah yang serakah Aira, setelah melihat jumlah seserahan yang diberikan mas Angga kepadaku, justru kamu menggodanya, menyusun rencana untuk menggagalkan pernikahan kami, tapi tidak masalah bagiku, karena seorang pengkhianat memang pantas dengan penggoda," ucapku membalas perkataannya.
"Kamu mengejekku?" ucapnya seperti tidak terima.