Kesempatan Kedua Sang Legenda
"Bodoh, ini akhirnya. Seharusnya kau jalani saja hidupmu sebagai Mercenary, tahu diri sedikit."
Dengan seringai dingin, Aiden mengayunkan pedangnya dengan cepat.
Wusss!
Sesaat, waktu terasa berhenti.
Sensasi dingin menyapu lehernya.
Pandangannya mulai berputar.
Di tengah darah yang bermekaran, Kael merasakan semua emosi yang menyiksanya selama ini melonjak sekali lagi.
Penyesalan, kekosongan, kerinduan, kesedihan…
Hot Chapters