Bayang Pedang Cahaya Bulan
Sepuluh.
Sebelas. Dua belas. Tiga belas. Empat belas. Lima belas.
Enam belas. Tujuh belas. Delapan belas. Sembilan belas. Dua puluh.
Dua puluh jiwa. Dua puluh alasan. Dua puluh angka yang meski tidak lagi cukup, masih terus berputar, masih terus dihitung, masih terus menjadi satu-satunya cara untuk mengatakan bahwa aku masih di sini, bahwa aku masih hidup, bahwa aku masih ...