Istri Lima Belas Ribu
Lirihku dalam hati.
“Aku tahu setiap apa yang dipikirkan masing-masing orang di ruangan ini,” ucap Ustadz Sukron tegas, sambil arah pandangannya tetap tertuju padaku yang mulai salah tingkah. Degup jantung ini semakin bertalu-talu. Berbagai pikiran berkecamuk dalam otak. “Jadi, siapa pun itu, jangan berani-berani memiliki pikiran yang buruk terhadap saya. Karena bila hati ini sudah tersinggung, maka, saya bisa melakukan hal-hal yang dapat membuat seseorang menyesal.”
Ya Allah, hanya sebuah pikiran saja, sampai diancam seperti itu. Padahal, mulut ini belum berbicara. Aku kembali berkata dalam hati.
Hot Chapters