EUFORIA
“Yep. Kalau kamu bercerita sama aku, maka kamu seorang penulis yang menulis cerita di ingatanku.”
“Bener-bener pemikiran yang unik.”
“Sebenarnya pikiran kayak gini cuma bisa dipikirkan orang gila, Adrian.”
Seketika itu, aku tertawa begitu lepas. Hal yang sangat remeh, tetapi bisa membangkitkan tawa yang sekian lama tak pernah keluar dari tempat semestinya.
Seperti yang dikatakan, Kiana memang gila.
Saat tawa reda, kembali kutatap dirinya, lalu membuka suara.
Hot Chapters