Film 'Akhir Segalanya' benar-benar menghentak dengan ending yang tidak terduga. Di menit-menit terakhir, tokoh utama, yang selama ini berjuang melawan krisis eksistensial, justru menemukan kedamaian dalam penerimaan. Adegan penutupnya menunjukkan dia duduk di tepi pantai, menyaksikan matahari terbenam dengan senyum kecil. Simbolisme laut dan matahari menyiratkan siklus kehidupan yang terus berlanjut, meskipun 'segala sesuatu' secara harfiah berakhir.
Yang menarik, sutradara sengaja meninggalkan ambigu—apakah ini akhir dunia secara nyata atau hanya metafora untuk perubahan dalam diri sang tokoh? Adegan terakhir yang kabur dan diiringi musik minimalis membuat penonton bisa menafsirkan sendiri. Aku pribadi merasa ini ending yang puitis sekaligus menggantung, cocok dengan tema film tentang ketidakpastian.