Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Shamans

Shamans

Namun karena hardikan keras Miss Lee yang mengusirnya, ia langsung berlari menjauh dan menghilang. "Apa kau sudah mengurus barang yang tertahan di bea cukai?" tanya miss Lee masih menatap ke arah dimana si hantu menghilang dengan tatapan yng tidak terbaca. "Kami sudah mengurusnya. Lusa sudah bisa keluar," jawab lelaki berkuli pucat dengan mata tajam itu sambil melangkah menuju pantrynya dan menawarkan minum kepada kedua tamunya. "Good. Oh! dan untuk besok, apa semua sudah kau siapkan untuk menyambut shaman Iapana yang datang? Beliau adalah shaman terpandang. Jadi kuharap kau bisa memberikan yang terbaik."
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 101 Beses bilang shanks crew
Read
+Library
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

“Karena itu kita hanya membawa sepuluh orang.” Ruangan bergemuruh oleh bisikan. “Tim kecil. Tidak mencolok. Tidak mencurigakan,” lanjut Shangkara. “Kita tidak membawa perang.” Shangkara menatap Ren. “Aku dan Ren sebagai saudagar kaya dan pengawal,” putus Shangkara. “Cailin dan Lian sebagai istri dan pelayan. Guan dan Klan Bulan sebagai tabib keliling. Sisanya, Pasukan Bayangan sebagai kuli angkut.”
1013.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 288 Beses bilang shanks crew
Read
+Library
Istri Jaminan Sang Laksamana

Istri Jaminan Sang Laksamana

Tempat itu dikelilingi oleh orang-orang Rohan Kanishka yang berdiri dengan senjata di tangan mereka. "Sebaiknya kamu serahkan saja daftar itu, Admiral Miller," ucap seseorang yang keluar dari kumpulan orang-orang yang membawa pemukul dan senjata tajam. Bola mata Shawn melirik pada semua orang yang berada dan mulai mengelilinginya. "Kalian terlalu pengecut mengeroyok satu pria sepertiku!" balas Shawn dengan nada datar. Tangannya tak memegang apa pun dan ia hanya menggunakan pakaian biasa, kemeja dan jas tanpa dasi.
1010.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 291 Beses bilang shanks crew
Read
+Library
SHIELD

SHIELD

Beberapa anak buahnya babak belur dan tidak sanggup berdiri. Fandi jongkok di samping Petra. Dia menatap Petra dengan tajam. “Sekarang sebutkan di mana Cahaya. Anggap saja ini pengabdian terakhirmu padaku.” Petra terengah. Rasa sakit di wajah dan seluruh tubuhnya membuatnya meringis. “Kapal 32.” Setelah mendapat jawaban itu, Fandi menghempaskan tangannya. Dia berlari ke tempat itu. Hatinya terus berdoa jika tidak ada apa pun yang terjadi pada Cahaya.
2.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 55 Beses bilang shanks crew
Read
+Library
SANG KAPTEN

SANG KAPTEN

Sergah Kai, tangan kanan kapten Axelle, langsung mengambil alih kendali. "Monitor, satu, dua! Butuh pertolongan pertama, Kapten Axelle tertembak!" Kai mendekatkan ht-nya ke mulutnya untuk mengisyaratkan butuh pertolongan. Sedang kapten Axelle, masih meringis menahan sakit, darah masih saja keluar tepat di pinggang kirinya. Satu peluru berhasil menembus kulit pinggangnya yang six-pack. Sementara beberapa orang berteriak sebelum diamankan oleh anggota polisi karena ada kerusuhan sekelompok debtcolector dengan seorang laki-laki yang banyak hutangnya.
1027.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang shanks crew
Read
+Library
SHANIA

SHANIA

Pria itu kini hanya berharap bersatunya duo perempuan itu bukanlah untuk merongrong dirinya. Rombongan keluarga ganjil itupun lalu berangkat memenuhi hajat yang telah mereka rencanakan. Mereka berangkat dengan semangat petualangan menggebu yang terbagi dalam dua kubu. Sang ayah menyimpan bayangan indah akan terwujudnya semua ambisi pribadinya, sementara sang istri baru dan putrinya yang berada di kubu berseberangan, mendambakan gagalnya ambisi tidak manusiawi itu. Shania menyesal harus mematahkan mimpi Edward kali ini, tapi demi misi pribadinya untuk menjaga Bianca, maka dia terpaksa harus melakukannya.
108.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 218 Beses bilang shanks crew
Read
+Library
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status