ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
"Namun nasi sudah menjadi bubur. Mama bergerak sendiri. Tak ada yang tahu. Bahkan tante Carla pun tahu tadi menjelang subuh. Tengah malam lima orang bertopeng baja datang mendobrak pintu meminta Mama datang atas panggilan tuannya, mafia yang menculik Farid."
Yudha kembali menarik nafasnya dalam-dalam. Setiap kali udara masuk ke dalam hidungnya, terasa sangat menyakitkan sampai jantungnya. Masih sangat segar di ingatannya, bagaimana wujud monster mafia itu. Bahkan ia harus dirawat berminggu-minggu karena kekejamannya. Kenapa ibunya bisa setega itu?
"Jadi itu alasannya, ada jejak kaki besar di halaman depan? Bagaimana dia bisa mengenal kelompok mafia seperti itu, Nin?! Astaghfirullah!"