Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Miss Montok

Miss Montok

“Makanya kalau bawa makanan, jangan ditawarin terus ke dia. Ntar tambah bulet!” Rasanya mau marah, tapi memang kenyataan. Kalau mau berpikir positif, masih untung aku dijuluki 'Miss Montok'. Soalnya konotasi 'montok' lebih cenderung ke padat berisi, daripada 'gendut' yang terkesan melecehkan.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 472 kali sebagai sii montok
Baca
+Pustaka
SILARIANG

SILARIANG

’ Batin Tenri sambil menyeka sudut matanya. Pekerjaan Tenri menginput data dan pembukuan telah selesai sebelum senja. Dia merasa senang karena bisa pulang lebih awal dan memasak untuk suaminya. Dipilihnya menu ikan bandeng pallu mara khas Sulawesi Selatan dan tumis kangkung pedas kesukaan mereka berdua. Biasanya Tyo pulang setelah magrib dan semua makanan sudah tersaji di meja.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai sii montok
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

Agar semua keburukan yang ada dalam diriku benar-benar sirna. Ya Allah, ternyata tidak mudah mengeluarkan barang itu dari tubuhku, abah bilang jika sampai aku tidak jujur dan kelak meninggal, saat sakaratul maut aku akan merasa sakit yang sangat sakit lebih dari apa pun. Mak Tati membuatkan aku sayur daun kelor dan timun. Konon susuk dapat terbantu hilang khasiatnya jika aku memakan menu ini. Tampak motor Faiz datang, aku pun keluar rumah dan menantinya di tetas.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai sii montok
Baca
+Pustaka
ISTRI YANG KUSIA-SIAKAN

ISTRI YANG KUSIA-SIAKAN

segala sumpah serapah tanpa sadar keluar dari mulutku saat tokek itu tiba-tiba lompat dari atas lemari dan jatuh menimpa kepalaku. "Tolooong!" jeritku, aku benar takut dan jijik. Tokek itu tak mau lari dari kepalaku dan malah mencengkram rambutku begitu erat. Bisa kurasakan betapa empuk dan dinginnya kulit hewan itu saat aku berusaha mengusirnya dari mahkotaku. "Heh, bocah! tolong!" pintaku pada Ayra. Gadis itu malah diam melihatku, meski wajahnya terlihat panik, tapi tetap saja dia tak melakukan apa-apa.
5.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai sii montok
Baca
+Pustaka
ISTRI YANG DISIA-SIAKAN

ISTRI YANG DISIA-SIAKAN

Semoga kita bersama Dengarkanlah Di sepanjang malam, aku berdoa Cintaku untukmu s'lalu terjaga Dan aku pasti setia Dengarkanlah Di sepanjang malam, aku berdoa Bersujud dan lalu aku meminta Semoga kita bersama Dengarkanlah Di sepanjang malam, aku berdoa Cintaku untukmu s'lalu terjaga Dan aku pasti setia “Inesa … semoga kita bersama ….” Airlangga mengucap dalam dada. Membiarkan seluruh rasanya hanyut dalam melodi yang tak sengaja begitu mewakili hatinya. Mobil pun berbelok sebentar ke rest area karena Herman meminta izin untuk ke toilet sebentar. ***
1069.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai sii montok
Baca
+Pustaka
Kamu Berulah, Waspadalah!

Kamu Berulah, Waspadalah!

Cinta Monyet? ********************************
1074.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai sii montok
Baca
+Pustaka
Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

“Ooohhhh!“ Sisil melenguh panjang, kepalanya mendongak ke arah langit pagi. Tangannya bergerak cepat ke arah punggung, membuka kaitan kacamata kain putihnya dengan sekali sentakan. Kain itu pun terlepas dan terapung begitu saja di permukaan air kolam. Pram tertahan napasnya, matanya hampir tidak berkedip melihat pemandangan di depannya. Dua buah melon montok milik Sisil kini menyembul bebas tanpa penghalang sedikit pun. Ukurannya yang besar tampak sangat putih dan mulus, dengan puncak yang berwarna coklat kemerahan yang menegang tegak menantang udara pagi. Karena air kolam yang dingin, bagian puncak itu tampak semakin keras dan mengkilap. Sisil tersenyum melihat kekaguman di wajah Pram.
1057.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sii montok
Baca
+Pustaka
Mantanku, Iparku

Mantanku, Iparku

jawab Sahara. Sejak membuka cabang di Bali, Sahara bolak balik ke Bali. Dia mengurus semua di bantu dengan temannya. "Sayang, apa kamu sudah siap?" tanya Miko. "Siap apa?" tanya Sahara mengernyitkan dahi. "Siap buat punya anak lagi," jawab Miko. "Itu sih selalu siap, Mas," kata Sahara. Miko langsung mendekati Sahara, dia mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai sii montok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status