Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Miss Montok

Miss Montok

Padahal aku hanya staf di bagian akuntansi, dengan gaji yang tidak berlebih banyak. Di tempat kerja kadang-kadang ada kasak-kusuk dan bisik-bisik jahat di belakang aku. “Tuh, lihat deh, Miss Montok datang. Subur banget, ya, Doi?” Kalau masih belum puas menyiksa diri, aku suka dengarkan timpalan selanjutnya. “Makanya kalau bawa makanan, jangan ditawarin terus ke dia. Ntar tambah bulet!”
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 428 kali sebagai suster montok
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

POV Adrian Aku melihat Livia terbaring lemah di ranjang rumah sakit, wajahnya penuh kesedihan setelah mengalami keguguran. Hatiku terasa hancur melihatnya dalam keadaan seperti itu. Rasa kasihan mengalir dalam diriku, tetapi aku tahu bahwa yang dibutuhkan Livia saat ini adalah dukunganku. “Livia,” kataku lembut, meraih tangannya. “Aku di sini untukmu. Apa pun yang kamu rasakan, itu adalah hal yang wajar. Kamu tidak sendirian dalam ini.”
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai suster montok
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

tolakku bagaimana bisa tiba-tiba dia minta putus, aku kan, belum puas mlorotin. "Kalau gue bilang putus, ya putus." Oja masih saja ngotot. "Gue bilang enggak bisa, karena gue punya ini." Aku memperlihatkan sebuah flashdisk. "Apaan isinya?" tanya Oja, mulai tertarik. Aku memasang benda itu ke HP dan terputarlah sebuah video dimana Oja menangis karena didorong adik cowoknya yang masih ingusan ke bawah derasnya hujan.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai suster montok
Baca
+Pustaka
LUKA TERPENDAM

LUKA TERPENDAM

lanjutnya pelan Sebelumnya di Apartemen Aksa terbangun saat bebrapa jam sudah terbaring di sofa, kemudian melihat jam pada dinding yang tertempel di dinding yang menunjukan jam setengah delapan malam. Kruk krukk Aksa melihat perutnya yang berbunyi “Astaga” Gumamnya saat merasakn perutnya meminta untuk di isi, dengan berat ia beranjak tempat duduknya berjalan menuju dapur, Aksa membuka isi kulkas namun nihil tidak ada makanan hanya ada Minuman kaleng saja dan beberpa buah-buahan Aksa mengambil satu buah apel untuk mengganjal perutnya.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai suster montok
Baca
+Pustaka
Setitik Hitam

Setitik Hitam

[Yura… Selamat ulang tahun sayang…] [Iya Ma makasih mama. [Hari minggu ada acara lamaran Rara. Mama sama Papa jemput kamu ya] Yura berpikir sedikit setelah membaca pesan itu sambil menatap layar ponselnya termenung. Kemudian kembali mengetik. [Maaf Ma, Yura ada acara di kantor. Mama sama Papa duluan aja. Kalau sempat Yura nyusul]
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai suster montok
Baca
+Pustaka
Suamiku Brondong

Suamiku Brondong

Lidahnya masih kelu Diam-diam Susy menilai Yudha, bukan saja wajahnya yang tampan bodynya juga atletis. Namun, tajir melintirnya yang membuat Susy ingin merebut Yudha seperti yang pernah ia lakukan terhadap Tommy. Susy si matre. Sesaat, Yudha melirik jam tangannya, "Oh, Istriku Sayang, sudah masuk waktu salat magrib nih, ayo kita ke Musholah."
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai suster montok
Baca
+Pustaka
Musuhku Canduku

Musuhku Canduku

Daniel meraih tablet itu lagi dan menyalakan layarnya lalu mendorongnya ke arah wajah Sarah. Di layar, terpampang portal berita besar: “HEBOH! Sarah Valente, Pewaris Keluarga Valente, Terlihat Mabuk Berat dengan Pria Misterius di Bar Mewah.” Ada foto buram Sarah… dan seorang pria bertubuh tinggi yang menuntunnya keluar dari bar. Kepalanya terkulai di bahu pria itu. Wajah pria itu tidak jelas. Sarah membeku.
10792 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai suster montok
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

papar Ayu, lalu membawa buah manggis ke dapur untuk dihidangkan. Ambu sering merasakan sakit di kaki. Itu karena dulu pernah jatuh dari motor. Karena usia yang menua, kadang sakit kakinya sering kambuh dan membuatnya tak bisa berjalan terlalu jauh. Kalau pun harus berjalan dengan jarak yang lumayan, harus ditemani atau menggunakan tongkat. Pernah Ambu diurut, tapi tetap saja kambuh. Itu karena faktor usia yang tidak bisa dicegah.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai suster montok
Baca
+Pustaka
Tinggal Bersama Bos Cantikku

Tinggal Bersama Bos Cantikku

Itu sebabnya, dia tidak bisa lepas dari pandangan Surya. "Hmph." Monty mencibir dan berkata, "Aku belum pernah bertemu dengan lawan yang sebanding denganku. Jadi, mana ada yang namanya pertarungan? Membunuh, terutama membunuh para kultivator, nggak ubahnya seperti sebuah permainan bagiku." Setelah berkata seperti itu, Monty merapalkan mantra dan langsung menghilang tanpa jejak. Detik berikutnya, Surya jelas merasakan Monty muncul di sisi kanan di belakangnya.
9.9389.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.3K kali sebagai suster montok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status