Istri Sah, sang Presdir Dingin
"Maaf, Tuan, aku tidak bermaksud demikian, aku—"
"Aku tahu. Dari kecil sampai besar, aku sangat berbakat. Apapun itu, sekali lihat aku langsung bisa, orang-orang yang lebih tua di sekitarku berkata bahwa aku jenius, mereka sangat menyukaiku. Aku juga selalu berpikir diriku sangat luar biasa, sampai berusia dua puluh tahun aku baru sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Biasanya ketika aku melihat orang yang biasa-biasa saja, mereka malah jauh lebih berguna di saat-saat genting daripada aku yang jenius ini." Terdengar sedikit kesedihan dalam nada bicara Angkasa.
Capítulos Populares