Sentuhan Berondong Sewaanku
“Kalo begitu bisakah kamu kenalkan seorang teman gigolo kamu untuk menjadi gigolo pribadi saya.”
Rey yang baru berjalan beberapa langkah, saat mendengar perkataan Aina itu, tentu saja mulai menghentikan langkahnya. Tampak entah kenapa, wajahnya mulai memerah dan perasaan tidak suka di hatinya saat Aina mengatakan ingin di carikan gigolo lain saja, sangat terasa.
Lalu dengan membalikan badannya. Rey berucap dengan suaranya yang datar. “Maaf Bu Aina, tapi saya tidak punya teman apalagi temannya seorang gigolo.”