Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas
Gekkotangan di sayat berdarahtangan berdarah darah di lantaidialog batu menangissilet tangan berdarah
‘Ternyata laki-laki lumpuh pun masih bisa memuaskan istrinya, kukira dia impoten,’ pikir pelayan satu lagi, dia adalah utusan Permaisuri.
Ketiga orang itu saling menatap lalu mengangguk, perlahan mereka melangkah pergi berusaha tak mengeluarkan suara, membiarkan pasangan baru itu menghabiskan malam panasnya. Malam pertama Pangeran kedua dinyatakan berhasil.
Di dalam kamar pengantin, Ming Yue masih menunduk, wajahnya memerah karena menahan malu.
“Ahh, Yang Mulia, sekali lagi,” teriaknya masih berakting.
Hot Chapters