Sang Pewaris
Safira, cewek yang baru saja datang itu, mengambil posisi duduk di samping Bagas, yang sudah tak bisa menegakkan kepalanya.
“Gue lagi gak mood di ceramahin!” Bagas menjawab ketus, masih dengan kepala setengah menunduk.
“Loe, ngapain ngajak gue dimari,” Safira tak kalah dongkol. Tubuhnya sudah akan bergerak, jika saja bagas tak membuka mulut.
“Leon, sama cewek yang waktu itu sama gue di pasar malam, jadian!”
“Apa! Mabuk loe,” Safira mendorong tubuh bagas kesa, mengira pria itu sudah tidak sadar. “Leon, cuma akan nikah sama gue,” Dia menjawab dengan penuh percaya diri.
Hot Chapters