Gue suka ngebahas istilah ini karena sering muncul di novel perang dan film petualangan: 'soldier of fortune' secara harfiah bukan bahasa Indonesia, tapi kalau diterjemahin biasanya memang mengarah ke ide 'tentara bayaran'. Dalam obrolan sehari-hari orang sering pakai kedua kata itu saling menggantikan, karena inti gambarnya sama — seseorang yang berperang bukan atas nama negara atau ideologi murni, melainkan karena upah, peluang, atau kepentingan pribadi.
Tapi menurut gue penting lihat nuansanya. 'Soldier of fortune' punya nuansa romantis atau petualang: bayangin pahlawan yang keluyuran dari satu konflik ke konflik lain, mencari tantangan dan bayaran, kadang bercerita tentang jiwa bebas era sebelumnya. Sementara 'tentara bayaran' di banyak konteks lebih kering dan terstigmatisasi — penilaian moralnya lebih berat, dan kata itu sering dipakai ketika ingin menekankan aspek komersial dan kontroversial aksi bersenjata itu.
Jadi intinya, iya — secara umum setara, tapi tone dan konotasinya beda. Kalau kamu lagi baca novel atau nonton film, istilah 'soldier of fortune' bisa terasa lebih puitis atau eksotik daripada sekadar 'tentara bayaran'. Buat gue itu yang bikin istilah ini asyik dibahas; ada campuran thriller, moral abu-abu, dan kisah personal yang bikin karakter terasa hidup.