LOGINTak pernah dibayangkan oleh Aneisha sebelumnya, diculik oleh beberapa orang di rumahnya, lalu dipaksa menikah dengan seorang mafia kejam bernama Tuan Zu, yang sudah memiliki tiga orang istri. Ketika Aneisha sudah menjadi istri ke-4 Tuan Zu, penderitaan datang silih berganti menghampirinya, disiksa, dibully dan difitnah oleh ketiga istrinya, hingga membuat Aneisha tertekan dan akhirnya berusaha untuk mengakhiri hidupnya. Tindakan Aneisha akhirnya diketahui oleh Tuan Zu, hingga akhirnya Aneishapun selamat. Karena beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya tidak berhasil, Aneishapun berencana untuk pergi dari istanah Tuan Zu. Tuan Zu yang sangat mencintai istri ke-4nya itu, pada awalnya memperlakukan Aneisha sangat kasar dan selalu menyiksanya, hingga pada suatu ketika, Aneisha berhasil keluar dari istanahnya, Tuan Zu seperti kehilangan separuh nafasnya, dirinya mulai menyadari bahwa istri yang paling baik diantara ketiga istrinya adalah Aneisha. Aneisha yang saat itu sudah berhasil melarikan diri dari istanah Tuan Zu, akhirnya dipertemukan dengan Tuan Xavier yang tak lain adalah rekan dari Tuan Zu, ketika dirinya melarikan diri dari istanah Tuan Zu. Tuan Xavier akhirnya menolong Aneisha dan menjadikannya sosok wanita yang tangguh dan sangat cantik saat itu. Beberapa lama kemudian, Tuan Zu tak sengaja dipeetemukan oleh takdir, saat bertemu dengan Aneisha yang sudah berubah menjadi wanita tangguh dan buka lagi menjasi seorang wanita yang lemah yang dulu sering diintimidasinya. Tuan Zu semakin jatuh cinta dengan Aneisha, hingga dia memohon kepada Aneisha, untuk menerima dirinya kembali, tapi Aneisha menolaknya. Tuan Zu tak lantas menyerah, dirinya berusaha untuk mendapatkan cinta Aneisha, hingga akhirnya Tuan Zu, rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Aneisha. Saat itulah, Aneishapun sadar jika Tuan Zu sangat mencintai dirinya. Bagaimana kisah selanjutnya? Yuk kita langsung baca kisah selengkapnya.
View MoreBeberapa menit kemudian, Tuan Zu langsung terbangun dan bergegas melepaskan pakaian dan juga rompi anti peluru yang sudah dipakai sebelumnya. Ia dengan cepat membuang rompi anti peluru itu di sisi kanannya.Sekilas dia tampak shock tatkala jantungnya terhenti beberapa saat ketika peluru itu mengenai dadanya, beruntung saat itu dia memakai rompi anti peluru.Ia bergegas berdiri dan terkejut ketika melihat ayahnya kini sudah terbaring terkapar di sana. Tuan Zuan lalu marah kepada anak buahnya karena sedah melukai ayah kandungnya.Mereka tampak hanya terdiam saja. Tuan Zuan mendekat ke arahnya lalu dengan cepat memangku kepala ayahnya yang kini sudah terlihat mulai memucat."Panggilkan ambulance!" Teriak Tuan Zu.Anak buah Tuan Zu dengan cepat menelpon ambulance untuk segera datang ke TKP."Ayah, maafkan anak buahku, bertahanlah Ayah," ucap Tuan Zu seraya memegangi telapak tangan Tuan Chan yang semakin dingin."Maafkan aku, Nak. Aku sudah membuat kesalahan terbesar, aku bahkan membuat pu
Waktu berjalan begitu cepat, Tuan Zu akhirnya sudah bisa pulang, meskipun begitu kondisinya masih sangat lemah.Selama dia dirawat di rumah sakit, perhatian Aneisha semakin dia rasakan, ia lebih dekat dengan Aneisha dan perlahan-lahan Aneisha akhirnya mau menerima kehadiran dirinya. Sungguh ini adalah suatu kebahagiaan tersendiri."Kebahagiaan semakin dekat, Ana. Namun, aku harus menyelesaikan semuanya agar tak ada seseorang yang berniat untuk menyakiti dirimu." Tuan Zuan berkata dengan nada penuh kelembutan."Kau akan melakukan apa? Aku sangat mengkhawatirkan dirimu, Tuan," ucap Aneisha dengan wajah cemasnya."Aku baru mendapatkan sebuah kabar berita buruk dari anak buahku. Mereka sudah mendapatkan siapa dalang penyerangan atas dirimu," jawab Tuan Zu dengan mengeratkan kedua rahangnya dengan keras."Apa? Anak buahmu sudah tau siapa yang menjadi otak penyerangan di rumahku waktu itu?" "Iya, awalnya aku sangat terkejut mendengar anak buahku mengatakan nama itu. Namun, saat mereka membe
Beberapa waktu kemudian, akhirnya dokter berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh Tuan Zu, meskipun saat itu dilakukan tindakan operasi terlebih dahulu.Hati Aneisha mulai meluluh, tentu saja ini karena pengorbanan yang dilakukan oleh Tuan Zu kepada dirinya.Sementara itu, anak buah Tuan Zu bergerak untuk mencari tau siapa dalang dari semua itu. Ketika Aneisha mencurigai Xavier sebagai dalang semua ini, dengan cepat anak buah Tuan Zu akhirnya menyidiki tentang keterlibatan Tuan Xavier pada penyerangan malam itu. Namun, hasilnya nihil, Xavier ternyata tak terbukti dalam penyerangan ini. "Tuan Zuan, syukurlah saat ini kau baik-baik saja," tutur Aneisha ketika Tuan Zuan kini mulai tersadar.Tuan Zuan langsung tersenyum, dia tidak ingin jika Aneisha terlalu khawatir dengan dirinya."Aku baik-baik saja, kau tidak usah khawatir," balas Tuan Zu dengan tersenyum."Terima kasih karena kau sudah menolongku, aku tidak tau lagi jika kau tidak ada di sana untuk menolongku," ucap Aneish
Malam pun tiba, Tuan Zu yang kala itu tidak berada di rumah Aneisha membuat sang pelaku segera memulai aksinya, tanpa dia sadari bahwa sebenarnya Tuan Zu masih berada di sekitar rumah Aneisha untuk mengawasi keadaan sekita di sana.Saat malam sudah semakin larut, tiba-tiba Tuan Zu dikejutkan dengan langkah kaki seseorang yang saat itu terlihat sedang mengendap-endap masuk melewati pekarangan belakang rumah Aneisha.Kala itu, pengawal Tuan Zu yang sedang mengawasi di sisi pekarangan rumah Aneisha melihat seseorang yang mencurigakan masuk ke dalam rumahnya."Tetap awasi dari segala sisi rumahnya, aku akan segera masuk ke sana." Setelah Tuan Zu memberikan perintah kepada pengawalnya, segera Tuan Zu menuju ke dalam rumah Aneisha.Mengejutkan, ketika dia di dalam rumah Aneisha dia tidak menemukan seseorang di sana."Sialan, kemana perginya orang itu?" gumam Tuan Zu berdecak kesal.Tak ingin dirinya kecolongan, segera dia mencari orang itu di segala penjuru ruangan yang ada di dalam rumah
Pertemuan tadi siang yang berujung dengan kegiatan di ranjang, menyisakan sebuah kenangan pahit diantara keduanya.Setelah pembicaraan itu, Aneisha langsung mengusir Tuan Zu dari ruangannya."Kau sudah berubah, Ana," ucap Tuan Zu dengan nada kecewa."Aku bukan Ana, tapi Ana Bella," balas Aneisha tersen
Tuan Zu terkejut saat mendengar dari mulut Aneisha yang menagatakan bahwa itu adalah suara putranya.Rasa senang dan tak percaya menghinggapi dirinya. Tuan Zu sangat bahagia, ia masih menunggu Aneisha untuk kuar dari kamar mandinya dan menjelaskan kepadanya tentang putra yang dianggapnya sudah mati k
Aneisha mulai gugup ketika Tuan Zu kini mulai curiga dengannya. Sebisa mungkin Aneisha menyembunyikan kegugupannya."Kau jangan berbicara omong kosong, sebaiknya kau pergi dari sini, aku tak ingin melihatmu lagi," Aneisha mulai kesal dan kini mulai berjalan meninggalkan Tuan Zu.Tuan Zu semakin penasa
Malam itu menjadi awal titik pertemuan mereka yang tak pernah mereka sadari sebelumnya.Mereka dikejutkan dengan kehadiran sosok Aneisha yang yang sangat berubah tiga ratus enam puluh derajat dari Aneisha sebelumnya.Meskipun waktu itu Aneisha menagatakan dirinya adalah Ana Bella, baik Arsen dan Tuan


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews