Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sosok yang Spesial

Sosok yang Spesial

Mendengar perkataanku, alisnya sedikit berkerut. “Siapa yang mau pulang?” Aku tak menjawab, hanya melanjutkan obrolanku dengan manajer sebelum akhirnya menutup telepon. Ketika berbalik, aku melihat mata hitam Kevin yang menatapku tajam. “Tadi kau bilang siapa yang mau pulang?” Aku asal menjawab, “Ada rekan kerja mengajukan permohonan untuk pulang.” Kevin menyeringai sinis.
27.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 594 kali sebagai special returner
Baca
+Pustaka
Back To Home

Back To Home

“Anindya.” Aku kembali memandang Pak Ray, sosok atasan yang mau menerimaku, dari aku yang tidak tahu apapun terkait gerlapnya dunia kerja di Ibukota. “Stay safe whenever you are.” Aku tersenyum. “Thanks, Pak.”
647 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai special returner
Baca
+Pustaka
Reset

Reset

Lintang tersenyum berdiri, kembali masuk ke minimarket, "Tunggu sebentar ya, pak." "Waduh nak, merepotkan sekali. Tapi terimakasih banyak ya, nak. Dari tadi pagi saya belum makan. Nggak bawa uang juga." Lintang kembali dengan membawa satu cup mie instan yang sudah dia seduh. Juga secangkir kopi panas. "Temenin saya makan pak. Nggak enak makan sendiri. Rumah Bapak di Dago?" tanya Lintang sekali lagi.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai special returner
Baca
+Pustaka
COMEBACK

COMEBACK

Kata Vanda menghentikan langkahku. Aku menyerahkan ponselku yang sudah menunjukkan nomor kontakku yang bisa dihubungi. Vanda segera mencatat nomorku ada ponselnya. Kemudian dia terlihat mengirim sebuah stiker love padaku. Sial, sepertinya Vanda memang sengaja mengobrak-abrik pertahananku.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai special returner
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Setelah makan malam tadi, dia disuruh untuk membeli label nama undangan. Karena di rumah tidak ada yang bisa disuruh selain dirinya. Nesya belum pulang, Riandika sang adik bungsu tak bisa diandalkan. Terpaksa Vitaloka sendirilah yang harus membeli ke tukang fotocopi yang sialnya toko tersebut jauh dari rumah. Vitaloka mengembuskan napas kasar. Gerimis mulai berjatuhan dari langit. Dia menengadah langit, perlahan wajahnya merasakan gerimis tersebut.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai special returner
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status