Pernikahan Penuh Luka
Ada empat stick figure Ayah, Ibu, Arka, dan dua bulatan kecil di perutku.
“Kenapa rumahnya besar banget?” tanya Bara.
“Biar muat semuanya,” jawab Arka bangga.
Aku merasakan tenggorokanku menghangat.
“Mas,” kataku pelan, “lihat itu.”
Bara menatap gambar itu cukup lama.
“Aku bangun banyak rumah,” katanya pelan, “tapi yang paling penting ini.”
Aku menyentuh lengannya. “Kalau Mas terlalu keras di luar, jangan bawa retaknya ke dalam.”