Suami Labil
"Erlinda, bukan istriku, aku benar-benar sadar akan kesalahanku. Ibu terbaring di rumah sakit dan nggak ada yang merawatnya. Aku masih harus bekerja untuk mencari uang, aku benar-benar nggak bisa mengurusnya sendirian. Bagaimanapun kita ini pernah jadi suami istri, jadi tolong pertimbangkan. Selama kamu mau kembali, aku akan menuliskan namamu di sertifikat rumah ...."
Aku tidak peduli dengan pandangan dari orang-orang, menegurnya dengan tegas, "Suami istri? Aku saja mau muntah saat membicarakan tentang tahun-tahun yang aku habiskan bersamamu. Kenapa? Di rumah nggak ada pengasuh, jadi kamu ingat denganku? Kamu ingin aku jadi tumbal? Aku saja bisa hidup dengan baik bersama putraku, untuk apa a
Hot Chapters