Ada momen dalam hidup yang begitu berat sampai sulit menemukan kata-kata tepat, tapi ketika harus mewakili keluarga di tengah duka, yang paling penting adalah kejujuran dan ketulusan. Biasanya dimulai dengan ungkapan syukur atas kehadiran semua orang, seperti 'Di hari yang penuh duka ini, kami selaku keluarga besar Almarhum sangat tersentuh oleh kehadiran Bapak/Ibu sekalian.' Kemudian dilanjutkan dengan cerita singkat tentang almarhum, misalnya 'Beliau adalah sosok yang selalu menebar kehangatan, dan kami yakin kenangan baik tentangnya akan terus hidup di hati kita.'
Bagian selanjutnya seringkali berisi permohonan maaf atas segala kekurangan almarhum selama hidup, karena manusiawi sekali kalau kita mengakui bahwa tidak ada orang yang sempurna. 'Kami sebagai keluarga juga memohon maaf sebesar-besarnya bila selama hidupnya, almarhum pernah menyinggung atau menyakiti perasaan Bapak/Ibu.' Yang menyentuh biasanya ketika menyampaikan pesan terakhir dari almarhum, seperti 'Beliau selalu berpesan agar kita semua tetap bersatu dan saling mendukung.'
Penutup ucapan biasanya diisi dengan harapan untuk doa dan dukungan, 'Kami mohon doa restu agar almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.' Kadang ditambahkan juga permintaan maaf jika ada kekurangan dalam penyelenggaraan acara duka. Intinya sih, tidak perlu terlalu kaku atau formal, karena suasana duka justru lebih terasa bermakna ketika kata-kata datang dari hati yang tulus. Beberapa keluarga bahkan menyelipkan canda kecil tentang kebiasaan unik almarhum untuk mencairkan suasana, karena merayakan kehidupan yang sudah dijalani justru bisa menjadi penghormatan terbaik.