Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mabuk Janda

Mabuk Janda

ujarku “Iya Mas ibu juga, uhhh.” “Bu, sejujurnya saya kangen nakalin ibu lagi. Saya kangen jilatin liang ibu. Saya kangen hisap puting ibu. Saya kangen cupangin ibu lagi.” “Ahhh, Mas jangan ngomong kaya gitu. Nanti liang ibu makin gatel Mas, uhhhh ibu juga kangen dinakalin Mas.”
9.9209.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai suara begu ganjang
Baca
+Pustaka
Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Karyawan satu itu adalah sepupu sekaligus sahabat si pemilik. "Mau kopi apa? Kalau yang racikan sendiri, nggak ada, Yo. Aku juga nggak bisa ngeracik kopi seperti perempuan-perempuanmu." Gaza tersenyum. "Sembarangan kalau ngomong. Berasa aku player aja. Ya, udah. Terserah kopi apa aja, instan juga boleh asal jangan ada campuran susu atau krimer." "Kopi item aja?" tanya Gaza meyakinkan.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai suara begu ganjang
Baca
+Pustaka
Gadis Cupu Milik Sang Mafia

Gadis Cupu Milik Sang Mafia

Matthew mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya—bukan kotak perhiasan seperti biasanya. Ia mengeluarkan dua buah gelang yang terbuat dari jalinan benang sederhana dengan sebuah bandul kecil berbentuk jangkar. "Ini bukan berlian, dan ini tidak punya nilai di pasar gelap," ucap Matthew sambil memasangkan gelang itu di pergelangan tangan Alexa. "Ini adalah janji. Jangkar ini berarti bahwa ke mana pun kita pergi, seberapa besar pun badai yang menyerang kita di Jakarta nanti, kau adalah tempatku berlabuh. Dan aku akan selalu menjadi tempatmu pulang."
10936 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai suara begu ganjang
Baca
+Pustaka
Ganjaran Nafsu

Ganjaran Nafsu

Leon bergumam dengan ekspresi aneh di wajahnya. “Kak Leon, gimana ini?” Wilbert menarik tangan Leon dengan panik. Leon berpikir, wajahnya berubah serius lalu mengumpat, “Sialan! Sekalipun itu roh jahat, aku ikhlas menerimanya! Siapa yang pernah bermain dengan roh jahat yang begitu cantik sebelumnya?” “Kak Leon, kau …” Wilbert hampir menangis.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai suara begu ganjang
Baca
+Pustaka
Gadis Bodoh [Bego]

Gadis Bodoh [Bego]

Tidak ada seorang pun yang mengenalnya tidak memanggilnya dengan sebutan bego, menurut mereka justru mereka yang bego kalau tidak memanggil Altha si bego yang gak ketolongan. Altha cantik, manis dan kaya. Tapi sayang karena kebegoannya menutupi semua citra baiknya. Bahkan ada yang merasa cukup ngenes melihat Altha terlahir cantik dan kaya namun berotak dengkul. Bagonya gak jauh beda seperti bagong. Saking begonya, Mamanya sendiri malu ngakuin memiliki anak sepertinya. Terkadang Mamanya berpikir, apa mungkin Tuhan salah ngirim anak karena yang lahir bukan anak manusia normal. Tapi sebego-begonya anaknya itu, tetap saja wajah dan gen mereka gak jauh beda, persis seperti ibu dan anak.
9.83.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai suara begu ganjang
Baca
+Pustaka
Bahagia Setelah Dimadu

Bahagia Setelah Dimadu

Bukan Nina yang bertanya, tetapi Ranti dengan perut besarnya menggoda sang sahabat. "Enggak." Mita menjawab bohong. Tapi, hal itu jelas dusta karena siapa pun yang ada di ruangan itu bisa melihat bahwa make up flawless yang diaplikasikan di wajahnya terlihat semakin memerah. "Tenang aja kali. Mas Amar udah pengalaman kok ngucapin ijab kobul. Enggak akan gagal deh!" Ranti semakin menjadi. Hal itu malah membuat Mita enggan merespon dan memilih diam sembari menggenggam tangan mungil Nina.
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai suara begu ganjang
Baca
+Pustaka
Godaan Penghuni Kos Puteri

Godaan Penghuni Kos Puteri

“Iya Mas. Mau?” Raga kembali menyandarkan wajah ke lengannya di atas meja. “Kamu tuh ada-ada aja. Mana ada vitamin anti ngantuk…” Gita lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Raga. Nafasnya terasa hangat, dan suaranya turun satu oktaf seperti sengaja dibuat manja. “Ada Mas…” bisiknya. “Namanya susu gantung…”
9.296.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai suara begu ganjang
Baca
+Pustaka
Belenggu Mantannya Mama

Belenggu Mantannya Mama

Tapi entah kenapa, ada sesuatu yang mengganjal di dada. Begitu aku masuk, aroma dupa bercampur bunga melati langsung menyergap. Tangis terdengar di beberapa sudut, namun satu sudut ruangan justru sunyi—di sana, seorang anak laki-laki duduk diam, menunduk, menatap lantai dengan mata merah menyala. Dipta. Usianya lima belas tahun. Putra semata wayang Galuh.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai suara begu ganjang
Baca
+Pustaka
DITALAK SUAMI GARA-GARA MAKE UP PUCAT

DITALAK SUAMI GARA-GARA MAKE UP PUCAT

Padahal bayar tukang rias cuman 2 juta udah sama dekor. Ini mah apa? Sama penyanyi dangdut aja masih kerenan penyanyi dangdut. Bilangnya aja make up doang sampai sampai 5 juta. Belum dekor sama foto. Semua habis 20 juta. Belum buat biaya prasmanan. Habislah 50 juta. Dari mana duitnya kalau bukan dari Agus anakku. Mending kalau hasilnya bagus. Ini mah jadinya kayak kurang darah.
9.9245.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai suara begu ganjang
Baca
+Pustaka
Meminang Bu Dosen

Meminang Bu Dosen

Wanita itu menunggu mahasiswanya dekat pintu masuk warung di mana ada penyanyi jalanan yang sedang menyanyikan sebuah lagu dengan gitarnya. Tidak lama kemudian Gala datang. Mereka pun memasuki tenda. Warung itu menyediakan menu berupa aneka lalapan dari ayam, bebek, hingga burung puyuh. Setelah memesan menu, mereka menunggu di salah satu meja yang ada di ujung sebelah kanan. “Gimana nilai kamu, Ga?” tanya Tita membuka percakapan. “Alhamdulillah, memuaskan,” jawab Gala sambil terkekeh. “Terima kasih ya, kamu gak ngasih nilai D karena aku gagal jadi ketua BEM.”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai suara begu ganjang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status