Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kehamilan Berujung Perceraian

Kehamilan Berujung Perceraian

Pada ulang tahun pernikahan kami, wanita yang disukai oleh suamiku menunjukkan foto USG di status media sosialnya. Dia juga menuliskan ucapan terima kasih untuk suamiku. "Laki-laki baik yang sudah menjagaku selama sepuluh tahun memberiku seorang anak. Terima kasih." Aku sempat melotot dan berkomentar, "Sudah tahu cuma selingkuhan, tapi masih berani begini?" Aku langsung menelepon suamiku dan memarahinya. "Jangan punya pikiran aneh-aneh! Aku cuma kasih tabung reaksi buat memenuhi keinginannya menjadi ibu tunggal." "Oh ya, Erika saja sudah hamil, kamu yang sudah melakukannya hingga tiga kali masih saja belum hamil. Dasar nggak berguna." Tiga hari yang lalu dia bilang padaku kalau dia harus pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis, tidak menjawab telepon atau membalas pesanku. Aku pikir dia sibuk, tetapi tidak disangka dia malah menemani orang lain untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Setengah jam kemudian, Erika memamerkan hidangan mewah di atas meja makan. "Aku bosan sama makan makanan barat, jadi Regha memasak semua makanan kesukaanku." Aku melihat slip kehamilan yang ada di tanganku. Seketika, kegembiraan yang memenuhi hatiku langsung membeku menjadi es. Aku jatuh cinta kepadanya selama delapan tahun, berkomitmen dengannya selama enam tahun dalam ikatan pernikahan. Kali ini, aku akan melepaskan semuanya.
14.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai suara telepon berdering
Baca
+Pustaka
Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong

Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong

Tunanganku adalah ilmuwan otak terkemuka di dalam negeri. Kekasih masa kecilnya, Yuki, didiagnosis kanker dan hanya bisa hidup selama sebulan. Demi menemaninya melewati hari-hari terakhirnya, Oscar memaksaku meminum obat penghapus ingatan yang baru dikembangkan agar aku melupakannya selama sebulan. Dalam sebulan itu, dia menikahi Yuki, berbulan madu, dan berjanji untuk bertemu kembali di kehidupan berikutnya di tengah lautan bunga. Sebulan kemudian, Oscar menangis darah, berlutut di tengah hujan. Dengan suara serak, dia bertanya kepadaku. "Obat itu seharusnya hanya bekerja selama sebulan. Kenapa kamu melupakanku seumur hidup?"
10.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai suara telepon berdering
Baca
+Pustaka
Transmigrasi: Menjadi Sang Permaisuri Terbuang

Transmigrasi: Menjadi Sang Permaisuri Terbuang

Melompat dari gedung adalah keputusan terakhir di tangan seorang pembunuh bayaran—Lin Ya Fei—setelah tidak punya jalan kembali dari kejaran polisi. Prediksinya sudah tepat. Dia pasti mati. Namun, suara wanita tua benar-benar mengganggu. “Jangan tutup mata, Permaisuri! Tarik napas, embuskan!” “Ayo sedikit lagi!” Lin Ya Fei mengerjap lebar, tapi kemudian ada rasa yang aneh dan baru di perutnya. “Ap—” Belum sempat dia selesai bicara, mulutnya secara otomatis mengejan. “Enggg.” Lin Ya Fei membeku. Dia melompat gedung, kenapa malah berubah melahirkan? “Sialan! Kapan aku hamil?”
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai suara telepon berdering
Baca
+Pustaka
PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

"Kemana bayiku!" Indah terhenyak saat ia mendapati perutnya yang sudah cukup membesar tiba-tiba mengempis. "Mas, bangun!" Indah yang menangis membangunkan lelaki yang tidur bersamanya. "Ada apa, Dek!" ucap Prapto mengusap lembut matanya yang masih mengantuk. "Bayiku hilang, Mas!" Indah menangis dengan tubuh bergetar dan wajah pucat. "Astaghfirullahaladzim!" Prapto melonjak hampir jatuh dari atas ranjang saat melihat Indah berubah menjadi seperti orang yang kesetanan. "Berikan bayi itu untukku!" ucap Indah dengan suara aneh, tubuhnya melayang di atas ranjang dengan tangan yang siap untuk mencekik leher Prapto. Cover by pixel Credits by Canva
1025.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 665 kali sebagai suara telepon berdering
Baca
+Pustaka
TERPAKSA

TERPAKSA

Hello Vey
Aku masih berasama dia, dimalam minggu yang gelap dengan sedikit gerimis air hujan. Masih ku ingat, bayangan tubuhnya yang tinggi di bawah lampu jalan, suara seret langkah kaki dengan sepatu convers yang ringan. Wangi parfum dan wajah sendunya malam itu. Ini semua salahku, Maaf. Dari awal aku memang tidak ingin berpacaran dengan Bagas. Aku juga tidak pernah berpikir akan hubungan ku dengan Pak Manager itu akan sangat rumit. Terjebak friend-zone, jatuh cinta, skandal dengan mempertaruhkan nama pemimpin perusahaan dan bersandiwara dalam satu waktu. Apakah aku sengaja? Atau aku memang terpaksa? Maaf.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai suara telepon berdering
Baca
+Pustaka
2.59

2.59

Cheezyweeze
Kematian seorang wanita muda yang belum terungkap dan masih menjadi sebuah misteri ini membuat kedua gadis yang baru pindah ke sebuah rumah di hantui sosok hantu wanita dan sering terdengar jeritan ataupun suara minta tolong.Berbagai kejadian aneh terus dialami oleh mereka. Kedua kakak beradik ini pun kemudian mencari tahu dan menyelidikinya semua hal yang mereka alami setelah tinggal beberapa hari di rumah tersebut.Berawal dari ruang tengah yang berada di rumah tersebut, terungkaplah sedikit demi sedikit misteri yang terjadi. Namun hampir saja misteri itu terungkap, nyawa mereka dalam bahaya. Bahkan Revan dan Bagas ikut terseret.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai suara telepon berdering
Baca
+Pustaka
Rahasia Bersama Kakak Ipar Di Bioskop

Rahasia Bersama Kakak Ipar Di Bioskop

“Kak… sayang, puaskan aku.” “Sial! Kamu belajar dari mana? Kok tiba-tiba jadi begitu jago?” Di dalam bioskop, aku menyamar jadi kakakku. Tangan kakak ipar sudah menyelinap ke balik rokku dan meraba-rabanya. Reaksiku yang begitu sensitif membuat wajah kakak ipar memerah karena bergairah. Tanpa membuang waktu, dia langsung melorotkan celananya. Benda miliknya yang besar itu memantul keluar. Dia menggendong dan mendudukanku di pangkuannya, rasa membaranya menembus tubuhku. Tubuhku gemetar, aku memekik tertahan dan mencapai klimaks. Detik berikutnya, aku mendengar suara cemas kakak ipar, “Jangan bergerak! Ada orang yang melihat ke arah kita!”
12.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai suara telepon berdering
Baca
+Pustaka
Stuck On You

Stuck On You

Brightwin
"Saya pesan kamu!" tegas Kim yang mengeluarkan nada suara baritone yang cukup besar, dan begitu terdengar maskulin oleh telinga Sasi. "Pesan saya, maksudnya?" tanya Sasi tak paham. Bahkan raut wajah Win pun terlihat bingung dengan ucapan atasannya yang terasa aneh. Kim mengubah posisi duduknya menghadap Sasi sekarang. Fokus kepada perempuan itu yang sedang berdiri di hadapannya. "Iya, saya pesan kamu untuk menemani saya malam ini di sebuah hotel berbintang," tukasnya sambil tersenyum. "Saya akan memberikan apapun yang kamu mau, dengan syarat berikan tubuh kamu ke saya." Kim mengucapkan kalimat tanpa bersalah dan berdosa.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai suara telepon berdering
Baca
+Pustaka
MISTERI RINTIHAN DI RUANG KERJA SUAMIKU

MISTERI RINTIHAN DI RUANG KERJA SUAMIKU

Nilam mendengar rintihan di dekat ruang kerja suaminya, tapi setiap kali ia masuk ke dalam ruangan itu suara rintihan tak terdengar begitupun dengan kondisi ruang kerja yang biasa saja tak mencurigakan membuat Nilam semakin aneh. Aksan-suami Nilam senantiasa bersikap biasa tapi jika sudah disinggung soal ruang kerja dia akan terlihat berbeda sikapnya sama seperti Bi Jum-yang tak lain pembantu mereka yang sudah bekerja dengan Aksan bertahun-tahun. Sikap Bi Jum dan Aksan membuat Nilam semakin curiga dan ingin mencari tahu kebenaran soal rintihan yang selalu ia dengar di ruang kerja suaminya.
1085.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai suara telepon berdering
Baca
+Pustaka
Terpikat Pesona CEO Duda

Terpikat Pesona CEO Duda

Lili
"Nona, anda sudah minum terlalu banyak alkohol," bartender mengingatkan Karen. Gadis yang sedang berada disebuah bar. "Apa peduli mu?" Karen berteriak pada bartender itu sambil melihat dengan mata sayu, "tidak ada seorang pun yang peduli tentang perasaanku..." "Robin... Kau sungguh kurang ajar, sialan, jalang, aku akan membalasmu!" Karen berteriak memaki seorang bernama Robin, suara teriakan Karen ternyata menarik perhatian seorang pria. Netra pria itu menatap Karen sambil tersenyum sinis. Ia berjalan menuju Karen dan mengajaknya keluar, meninggalkan bar itu. "Siapa kau?apa kau sama dengan si Robin sialan itu?"
9.813.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai suara telepon berdering
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
2526272829
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status