Pesan Kotor Di Laptop Anakku
Masa aku kudu cerita kalau yang memberi modal itu adalah sugar daddy-nya si Dinda?
“Baguslah. Biar hidup mereka nggak melarat terus menerus. Mama risih sih, kalau anak Mama dekat sama orang yang melarat. Kemiskinan itu biasanya sering menular.” Wajah Mama tersenyum sinis ke arahku. Dia kini menyambar toples berisi cookie dari atas meja dan meletakannya ke atas pangkuan. Mama kini asyik mengemil sembari menikmati siaran gosip di televisi yang membahas tentang artis keguguran. Berita nggak penting, pikirku.
Karena bosan, aku langsung bangkit dari sofa. Eh, Mama malah menarik lenganku. “Mau ke mana? Temanin Mama,” katanya dengan nada yang memohon.